Dinas intelijen Prancis memperkirakan bahwa Rusia mungkin akan melancarkan serangan besar-besaran ke Eropa lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya, yakni pada musim gugur 2027. Laporan tersebut mengungkapkan bahwa target utama serangan ini bisa mencakup infrastruktur strategis seperti pembangkit listrik, jaringan telekomunikasi, dan fasilitas air minum. Mantan wakil direktur intelijen militer Prancis, Alain Christienne, menyoroti potensi serangan udara yang dapat melumpuhkan negara, dengan kemungkinan penggunaan drone.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menggelar pertemuan rahasia untuk membahas ancaman ini dan menekankan perlunya rencana perlindungan infrastruktur penting. Pemerintah Prancis juga telah menginstruksikan pembentukan tim keamanan gabungan untuk menghadapi ancaman tersebut.
Komentar 0