Industri microdrama di China mengalami lonjakan signifikan pada tahun 2026, dengan jumlah pengguna mencapai 800 juta dan nilai produksi melebihi 100 miliar yuan (Rp264,37 triliun). Dalam delapan bulan pertama, sebanyak 430 ribu judul drama mikro diluncurkan, meningkat 13 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Lebih dari 90 persen judul baru ini diproduksi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI), yang dianggap sebagai pergeseran besar dalam peta konten.
Namun, lonjakan ini memicu perhatian dari otoritas penyiaran China yang menekankan pentingnya kontrol kualitas dan perlindungan hak cipta. Pemerintah juga menetapkan aturan mengenai pelabelan karya AI dan izin penggunaan wajah serta suara. Selain itu, pertumbuhan ini dimanfaatkan sebagai alat diplomasi budaya untuk memperluas jangkauan konten China ke audiens global.
Komentar 0