Amerika Serikat (AS) menyatakan kekhawatiran atas serangan kelompok Houthi yang menyasar Riyadh, Arab Saudi, sebagai tanda eskalasi konflik di Timur Tengah. Serangan ini dianggap berpotensi meningkatkan ketegangan yang telah ada, dengan Presiden AS Donald Trump mendadak kembali ke Gedung Putih untuk membahas situasi tersebut. Departemen Luar Negeri AS memperingatkan bahwa konflik ini dapat berkembang dengan cepat, dan warga AS di luar Timur Tengah disarankan untuk menunda perjalanan ke kawasan itu.
Serangan Houthi yang terjadi baru-baru ini telah mengakibatkan ratusan korban jiwa dan lebih dari 110 ribu orang mengungsi. Ini merupakan kali pertama serangan tersebut mengancam ibu kota Saudi sejak perang saudara Yaman berkecamuk. Warga Riyadh melaporkan mendengar ledakan dan bunyi alarm, serta menerima pesan untuk tetap berada di dalam ruangan.
Insiden ini muncul setelah tuduhan dari Riyadh bahwa Houthi menargetkan Mekkah, yang dibantah oleh kelompok tersebut. Sementara itu, AS menolak permintaan Saudi untuk menyerang Houthi, meskipun sebelumnya telah menyetujui penjualan jet tempur F-35 untuk membantu Arab Saudi menghadapi ancaman.
Komentar 0