Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) memicu perdebatan mengenai risiko yang ditimbulkan. Yoshua Bengio dan Geoffrey Hinton, yang dikenal sebagai 'Bapak AI', menyuarakan kekhawatiran akan potensi bahaya AI, termasuk kemungkinan AI dapat membunuh umat manusia dalam dekade ini. Mereka menekankan perlunya regulasi dan pengawasan dalam pengembangan AI untuk menghindari dampak merugikan.
Hinton menyebutkan bahwa AI dapat merancang virus komputer dan biologis yang berbahaya, sementara Aidan Gomez mengingatkan pentingnya keamanan dalam pengujian model AI. Para ahli sepakat bahwa meskipun AI memiliki potensi besar, pengaturannya harus melibatkan berbagai perspektif dan tidak hanya bergantung pada perusahaan teknologi besar.
Komentar 0