China telah resmi membuka Terusan Pinglu di Guangxi Zhuang pada 16 September, sebagai jalur perdagangan baru yang menghubungkan Sungai Xijiang dengan Teluk Beibu. Terusan sepanjang 134 kilometer ini memangkas jarak pelayaran dari pedalaman China barat daya ke laut lebih dari 560 kilometer, yang diharapkan dapat menghemat biaya logistik hingga 30 persen. Proyek ini merupakan bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalan yang bertujuan memperkuat konektivitas dengan negara-negara Asia Tenggara.
Meskipun pembangunan membawa manfaat ekonomi, proses relokasi yang melibatkan ribuan warga juga menimbulkan tantangan sosial, dengan banyak yang merasa kehilangan tempat tinggal mereka. Terusan Pinglu diharapkan menjadi jalur alternatif yang strategis dalam perdagangan global, mengurangi ketergantungan pada rute pelayaran yang ada.
Komentar 0