Proyek pembangunan mini refinery di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang dikerjakan oleh investor asal Dubai, memasuki tahap lanjutan dengan nilai investasi awal Rp5 triliun. Penandatanganan kerja sama antara investor dan Perumda Aneka Usaha Jepara berlangsung di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Investor menargetkan kapasitas pengolahan hingga 60 ribu barel per hari, didukung oleh komitmen Gubernur Ahmad Luthfi untuk mempercepat proses dan memastikan pasokan minyak mentah.
Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah dan menciptakan lapangan kerja.
Komentar 0