Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berfokus pada penguatan dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO) di sektor industri dan hilirisasi untuk meningkatkan realisasi investasi. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menekankan pentingnya penyajian potensi daerah yang jelas dan berbasis data guna menarik minat investor. Dalam Rapat Koordinasi Regional Investor Relations Unit (RIRU), Seno menyatakan bahwa masih ada pertanyaan dari investor terkait perizinan dan ketersediaan lahan.
Ia mengajak semua pemangku kepentingan untuk kompak dan bergerak demi dampak positif. Selain itu, dua agenda utama diusulkan, yaitu penguatan dokumen IPRO dan penyesuaian dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk memberikan kepastian bagi investor dan mempercepat investasi di Kaltim.
Komentar 0