Desa Kahala di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, terpilih sebagai perwakilan provinsi dalam penilaian nasional 2026 berkat kolaborasi lintas sektor dan inovasi pangan lokal untuk mencegah stunting. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Siti Sugiyanti, menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pencegahan stunting sebagai bagian dari pembangunan. Kepala Desa Kahala, Mahlan, menjelaskan bahwa mereka melaksanakan program terpadu mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak hingga pemberian makanan bergizi melalui inovasi "Kahala CERIA".
Anggaran untuk program pencegahan stunting juga meningkat, dengan alokasi mencapai Rp114,93 juta pada 2026. Penilaian mencakup tujuh variabel utama, termasuk pelaksanaan Rembuk Stunting dan inovasi desa.
Komentar 0