Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Barat meluncurkan Cokelat Sanggau Origin sebagai upaya mendorong hilirisasi kakao. Plt. Kepala Disbunnak Kalbar, Rino Anteno Tenggo, menekankan pentingnya produk ini untuk meningkatkan nilai tambah kakao yang dihasilkan petani.
Kerjasama dengan GIZ dan Kalara Borneo diharapkan dapat memperkuat kualitas dan kontinuitas bahan baku, serta meningkatkan kapasitas UMKM. Kakao ditetapkan sebagai komoditas unggulan di Kalbar, dengan luas area mencapai 3.185 hektare. Pengembangan kakao juga diharapkan dapat dilakukan secara menyeluruh, termasuk peremajaan tanaman dan penguatan kelembagaan pekebun.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kalbar, Heronimus Hero, menegaskan bahwa kakao berpotensi meningkatkan perekonomian dan lingkungan melalui pendekatan pertanian berkelanjutan.
Komentar 0