Pakar pariwisata dari Universitas Andalas, Sari Lenggogeni, mendorong pengelola Gunung Bromo, Jawa Timur, untuk memperkuat mitigasi berbasis risiko dalam menghadapi kebakaran. Ia menyarankan pembatasan aktivitas dan kapasitas kunjungan pada periode rawan kebakaran, serta pendekatan manajemen bencana dan krisis pariwisata yang mencakup pemulihan kawasan dan ekonomi masyarakat. Sari menekankan pentingnya melakukan penilaian dampak pariwisata dan perlindungan konsumen, serta mengubah pendekatan dari manajemen reaktif menjadi manajemen risiko prediktif.
Kebakaran terbaru di Bromo terjadi pada 10 September 2026, dan penyebabnya masih dalam penyelidikan.
Komentar 0