Pergerakan nilai tukar rupiah pada Kamis dipengaruhi oleh kebijakan moneter AS dan kondisi pasar global. Nilai tukar rupiah dibuka melemah 43 poin menjadi Rp17.739 per dolar AS. Kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4,00 persen berkontribusi pada penguatan dolar AS dan menjaga yield US Treasury tinggi, membatasi ruang penguatan rupiah.
Meskipun harga minyak turun, yang memberikan stabilitas bagi mata uang regional, perhatian pasar tetap pada stabilitas fiskal dan kredibilitas APBN di tengah tekanan eksternal. Rupiah diperkirakan akan bergerak volatil dalam kisaran Rp17.650 - Rp17.800 per dolar AS, dipengaruhi oleh kebijakan The Fed dan kondisi fiskal domestik.
Komentar 0