Daryono, akademisi dari Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), menegaskan bahwa aktivitas gempa swarm di Pangalengan, Kabupaten Bandung, tidak bisa diartikan sebagai indikasi pasti akan terjadinya gempa besar. Menurutnya, meskipun terdapat puluhan gempa yang terjadi sejak Rabu (16/9), beberapa di antaranya dirasakan oleh masyarakat, tidak semua swarm berujung pada gempa yang lebih besar. Swarm menunjukkan adanya aktivitas deformasi di kerak bumi dan dapat berkaitan dengan pergeseran sesar atau aktivitas vulkanik.
Daryono mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, meningkatkan kesiapsiagaan, dan mengikuti informasi resmi dari BMKG tanpa panik. Kesiapsiagaan juga harus mencakup potensi bahaya sekunder seperti longsor.
Komentar 0