Susu kecoa, meski terdengar aneh, menyimpan energi tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan susu sapi. Temuan ini mengantarkan ilmuwan Leonard Chavas, Ramaswamy Subramanian, dan Nathan Coussens meraih Ig Nobel Prize Kimia 2026. Penelitian ini fokus pada spesies kecoa Diploptera punctata yang melahirkan anak hidup dan menghasilkan cairan kaya nutrisi untuk embrio.
Cairan tersebut berubah menjadi kristal protein yang berfungsi sebagai cadangan makanan padat energi. Meskipun penelitian ini menarik, susu kecoa tidak dimaksudkan sebagai pengganti susu sapi untuk manusia, melainkan menjelaskan mekanisme nutrisi yang efisien pada embrio kecoa.
Komentar 0