Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menyoroti tantangan yang dihadapi pekerja perempuan dalam industri batik hijau, meskipun sektor ini menunjukkan pertumbuhan positif di pasar global. Ia mencatat bahwa meski nilai ekspor batik diproyeksikan mencapai US$30,62 juta pada 2025, kondisi upah pekerja tetap stagnan dan beban kerja semakin berat. Dalam diskusi daring, Rerie menekankan pentingnya perlindungan hak-hak dasar pekerja dan integrasi antara konservasi lingkungan serta pelestarian budaya.
Ia mengingatkan bahwa label 'hijau' dalam industri batik akan kehilangan makna jika pekerja tidak mendapatkan kompensasi yang adil. Diskusi ini melibatkan berbagai narasumber dari kementerian dan akademisi, serta praktisi batik berkelanjutan.
Komentar 0