Badak putih utara kini terancam punah dengan hanya dua ekor betina yang tersisa, Najin dan anaknya Fatu, yang hidup di Ol Pejeta Conservancy, Kenya. Upaya penyelamatan melalui teknologi reproduksi berbantu belum berhasil menghasilkan kehamilan. Sejak 2019, konsorsium telah menghasilkan 39 embrio murni badak putih utara, namun hanya enam yang dipindahkan ke induk pengganti badak putih selatan, tanpa hasil kehamilan yang bertahan.
Ancaman utama bagi badak putih utara adalah perburuan untuk cula dan konflik bersenjata di wilayah persebarannya. Badak putih utara dulunya tersebar di berbagai negara di Afrika, tetapi kini hanya tersisa di penangkaran. Fatu, yang berusia 26 tahun, menjadi satu-satunya donor sel telur, sementara Najin tidak dapat menghasilkan embrio.
Upaya konservasi terus dilakukan meskipun tantangan yang dihadapi sangat besar.
Komentar 0