Pasangan ganda campuran Indonesia, Bagas Maulana dan Apriyani Rahayu, mengungkapkan tantangan terbesar setelah resmi ditandemkan. Keduanya harus membangun pola permainan dari awal karena belum pernah bermain di sektor ini. Bagas menilai rotasi permainan ganda campuran lebih kompleks dan penting untuk bertukar pikiran dengan pemain lain.
Apriyani menyoroti perlunya penyesuaian gaya bermain karena karakter Bagas yang berbeda. Mereka baru berlatih selama lima hari dan terus meningkatkan komunikasi untuk memahami pembagian posisi di lapangan. Eksperimen ini akan diuji dalam Indonesia International Challenge 2026 di Surabaya.
Komentar 0