Arab Saudi mengurangi pengiriman minyak ke Eropa setelah serangan oleh Houthi yang menggunakan drone dan rudal balistik terhadap pipa East-West. Pada 15 September, Saudi menginformasikan kepada pelanggan di Eropa bahwa beberapa kargo minyak mentah yang direncanakan untuk bulan ini dibatalkan. Selain itu, pemuatan minyak di Pelabuhan Yanbu juga dihentikan.
Pengurangan aliran minyak ini memaksa Saudi untuk meningkatkan ekspor melalui Selat Hormuz dengan metode pengiriman gelap, mirip dengan yang dilakukan oleh Uni Emirat Arab dan Irak. Dalam periode 7 hingga 13 September, Saudi memuat 22 juta barel minyak, namun kini situasi ini dapat memicu krisis pasokan BBM di Eropa.
Komentar 0