Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte dilaporkan mengalami hilang ingatan parah, yang menghambat kemampuannya untuk terlibat dalam kasus di Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Tim pembela menyatakan bahwa kondisi ini membuat Duterte terkadang lupa nama pengacaranya dan informasi penting lainnya. Sidang dijadwalkan pada 30 November, namun hakim sedang mempertimbangkan kelayakan mentalnya untuk diadili.
Dalam dokumen pembelaan, disebutkan bahwa Duterte mengalami gangguan ingatan signifikan, yang membuatnya tidak dapat memberikan instruksi yang tepat kepada timnya. Para ahli juga mempertanyakan apakah kondisi ini disebabkan oleh tindakan berpura-pura sakit atau masalah neurologis. Sejak dipindahkan ke Den Haag, Duterte hanya muncul sekali dalam sidang melalui video, di mana ia terlihat bingung dan sempat tertidur.
Ia menghadapi tiga dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait kebijakan perang melawan narkoba yang menyebabkan ribuan kematian.
Komentar 0