Gunung Ili Lewotolok di Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dengan 270 letusan yang terjadi pada 15 September. Letusan ini disertai lontaran material pijar dan dentuman bergemuruh, memaksa dua bandara di wilayah tersebut, yaitu Bandara Wunopito Lembata dan Bandara Gewayantana, untuk tetap tutup sejak awal September. Abu vulkanik yang menyebar ke arah Barat dan Barat Daya mengganggu akses udara, berdampak pada ribuan warga.
Status gunung tetap waspada, dan masyarakat diimbau untuk menjauhi radius 2 kilometer dari kawah. Pembukaan kembali bandara akan dievaluasi berdasarkan penurunan aktivitas vulkanik dan kondisi ruang udara.
Komentar 0