WALHI Kalimantan Barat mengungkapkan dampak kesehatan serius akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mencatat 165.727 kasus ISPA dari Januari hingga Agustus 2026. Data menunjukkan bahwa 643 kasus ISPA terjadi pada laki-laki dan perempuan, serta 178 kasus pada bayi dan balita. Kubu Raya menjadi daerah dengan kasus tertinggi.
Direktur Eksekutif WALHI Kalbar, Sri Hartini, menekankan bahwa angka tersebut mungkin tidak mencakup seluruh dampak yang dirasakan masyarakat, mengingat keterbatasan akses layanan kesehatan. Selain itu, kualitas udara di Pontianak juga tercatat sangat buruk, mencapai AQI hingga 2.000, yang menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan bagi kesehatan masyarakat.
Komentar 0