Pemerintah Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, berupaya menjadikan Malaysia sebagai pasar utama produk perikanan. Dengan garis pantai sepanjang 198,76 km dan potensi komoditas pelagis yang melimpah, Sambas mampu memproduksi lebih dari 11.000 ton perikanan tangkap setiap tahun. Salah satu unggulan adalah ubur-ubur, yang dapat menghasilkan omzet hingga Rp700 juta per musim.
Namun, nelayan menghadapi kendala dalam rantai produksi, seperti kurangnya fasilitas pengisian bahan bakar dan pabrik es. Pembukaan perlintasan Temajuk-Telok Melano diharapkan dapat meningkatkan akses pasar dan menarik investor.
Komentar 0