Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk memperkuat pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Khairil Anwar, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, perguruan tinggi, dan media dalam upaya ini. Rencana aksi daerah (RAD) 2026-2029 diharapkan dapat merumuskan program yang konkret dan terukur, serta melibatkan masyarakat secara luas.
Pencegahan perlu dilakukan sejak dini, mulai dari lingkungan keluarga hingga ruang digital, untuk membangun ketahanan masyarakat. Kepala Kesbangpol Provinsi Bengkulu, Mif Tarul Ilmi, berharap upaya pencegahan ini dapat mencegah terjadinya tindakan ekstremisme dan terorisme di masyarakat.
Komentar 0