PT Restorasi Ekosistem Indonesia (PT REKI) memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Hutan Harapan seluas 98.013 hektare di Jambi dan Sumatra Selatan dengan teknologi digital. Direktur PT REKI, Desi Wahyudi Gumay, menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan mitra dalam menjaga hutan. Patroli darat dipadukan dengan pemantauan digital menggunakan peta interaktif dan drone.
PT REKI juga mengajak masyarakat untuk tidak membakar lahan dan melaporkan indikasi kebakaran. Analisis menunjukkan area terbakar mencapai 740 hektare di Jambi dan 300 hektare di Sumatra Selatan, dengan banyak titik api berada di wilayah konflik lahan. Manajemen menegaskan bahwa kondisi geografis tidak selalu menjadi penyebab utama karhutla, dan penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan.
Komentar 0