Pemerintah Kota Jambi mencatat 160 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga Agustus 2026, melampaui total 149 kasus sepanjang 2025. Wali Kota Jambi, Maulana, menyatakan bahwa kekerasan terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk fisik, psikis, seksual, dan penelantaran. Penanganan kasus tidak hanya dilakukan setelah kejadian, tetapi juga melalui deteksi dini dan edukasi.
Pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor untuk membangun layanan perlindungan yang terpadu bagi korban. Tantangan dalam penanganan kasus perdagangan orang termasuk kurangnya kerjasama dari korban yang merasa takut atau tidak menganggap diri mereka sebagai korban.
Komentar 0