Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggandeng ahli geologi untuk memperkuat mitigasi bencana gempa bumi. Mitigasi ini dilakukan dengan edukasi kepada anak-anak dari PAUD hingga SMA, serta masyarakat di berbagai tempat seperti pesantren dan rumah sakit. Edukasi berfokus pada langkah penyelamatan diri saat gempa, termasuk prinsip hold and cover.
Survei terbaru menunjukkan adanya dua patahan aktif di Surabaya, yaitu Patahan Surabaya dan Patahan Waru, yang bergerak sekitar 4 dan 3 sentimeter per tahun, masing-masing. Meskipun pergerakan ini menghasilkan gempa berskala mikro yang tidak selalu terasa, hal ini menandakan bahwa sesar tersebut aktif.
Komentar 0