Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong kelanjutan perundingan Indonesia-Sri Lanka Preferential Trade Agreement (ISL-PTA) melalui putaran ketiga. Dalam pertemuan dengan Menteri Tenaga Kerja Sri Lanka, Anil Jayantha Fernando, di Jakarta, Budi menekankan pentingnya membuka pasar Sri Lanka untuk meningkatkan peluang ekspor Indonesia ke Asia Selatan. Perundingan ISL-PTA dimulai pada 14 Maret 2024, dengan putaran pertama dan kedua telah dilaksanakan.
Sri Lanka juga tertarik pada produk pupuk Indonesia dan diharapkan dapat memanfaatkan Trade Expo Indonesia 2026 untuk menjajaki kerja sama. Pada Januari-Juli 2026, total perdagangan Indonesia dan Sri Lanka mencapai 266 juta dolar AS, dengan surplus perdagangan bagi Indonesia sebesar 423,1 juta dolar AS pada 2025.
Komentar 0