Mahasiswa Universitas Padjadjaran mengolah limbah sisik ikan nila menjadi hard carbon untuk anode baterai ion-natrium. Tim riset, di bawah bimbingan Noto Susanto Gultom, menggunakan sisik ikan karena kandungan kolagennya yang kaya nitrogen alami. Proses pirolisis dilakukan pada suhu 600Β°C, 700Β°C, dan 800Β°C untuk menentukan karakteristik elektrokimia terbaik.
Hasilnya, sampel HC-800 menunjukkan performa paling prospektif dengan nilai Initial Coulombic Efficiency tertinggi. Riset ini menggabungkan prinsip ekonomi sirkular dan kemandirian energi, dengan target pengujian stabilitas penyimpanan daya hingga 50 siklus pengisian.
Komentar 0