Pemerintah Indonesia akan memanfaatkan pembangkit skala kecil berbasis energi baru terbarukan (EBT) dengan total kapasitas 508 megawatt (MW) untuk menyediakan listrik ke 4.602 lokasi terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik. Target ini merupakan bagian dari program penyediaan akses listrik di 10.068 desa dan lokasi di seluruh Indonesia antara 2025-2029. Dari jumlah tersebut, 5.466 lokasi dapat dilayani melalui jaringan listrik yang sudah ada, sedangkan 4.602 lokasi memerlukan pembangunan pembangkit off-grid.
Anggaran sebesar Rp61,6 triliun disiapkan untuk mendukung program ini, yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada sumber energi lain dan meningkatkan produktivitas di daerah tersebut.
Komentar 0