Kementerian Perang Amerika Serikat mengungkap bahwa serangan Iran sejak Februari lalu terhadap fasilitas AS di Timur Tengah telah menyebabkan kerusakan mencapai US$184 juta (sekitar Rp3,2 triliun). Kerusakan ini terutama terjadi pada fasilitas diplomatik di Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Irak menjadi negara yang paling parah terdampak dengan kerugian lebih dari US$157 juta akibat lebih dari 600 serangan.
Selain itu, biaya perang dengan Iran diperkirakan telah mencapai US$38 miliar bagi militer AS hingga 1 Agustus, dan angka ini diprediksi akan terus meningkat seiring berlanjutnya konflik.
Komentar 0