Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menyatakan bahwa Indonesia memiliki modal sosial yang kuat untuk membangun perdamaian di tengah keberagaman suku, ras, budaya, dan agama. Dalam Seminar Nasional di Jakarta, ia menekankan pentingnya kerukunan yang tidak hanya berarti ketiadaan konflik, tetapi juga harmoni aktif melalui tindakan nyata. Kamaruddin menyoroti relevansi gagasan ini dengan Global Civilization Initiative (GCI) dari Presiden China Xi Jinping, yang menekankan dialog dan penghormatan terhadap keberagaman.
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menambahkan bahwa tantangan hubungan internasional saat ini memerlukan pendekatan yang lebih berfokus pada pertukaran antar masyarakat. Seminar ini juga mencatat adanya sekitar 20.000 mahasiswa Indonesia yang belajar di China, berperan sebagai duta budaya informal yang memperkuat hubungan kedua negara.
Komentar 0