Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa negaranya tidak akan digunakan sebagai jalur pengiriman ke Israel, terutama yang mendukung kemampuan militer negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan setelah penyitaan kontainer di Pelabuhan Tanjung Pelepas yang hendak dikirim ke Israel. Anwar menegaskan bahwa setiap pengiriman mencurigakan akan diperiksa sesuai hukum Malaysia.
Malaysia dikenal vokal menentang penjajahan Israel di Palestina, terutama setelah agresi brutal terhadap Jalur Gaza yang mengakibatkan lebih dari 70 ribu warga Palestina tewas.
Komentar 0