Kantor Anggaran Kongres AS (CBO) melaporkan bahwa biaya perang melawan Iran telah mencapai sekitar US$38 miliar (Rp670 triliun) hingga 1 Agustus 2026. Biaya ini diperkirakan akan meningkat hingga US$2-3 miliar (Rp52 triliun) per bulan selama konflik yang dimulai pada Februari lalu. Pengeluaran terbesar berasal dari penggantian amunisi yang diperkirakan mencapai US$21,7 miliar.
Selain itu, perang ini juga mengakibatkan penipisan persediaan rudal pencegat pertahanan udara AS. CBO mencatat bahwa dampak utama dari konflik ini adalah tekanan inflasi akibat gangguan pasokan minyak dan gas alam, terutama di Selat Hormuz, yang menjadi pusat perang.
Komentar 0