Peneliti The Indonesian Institute, Made Natasya Restu Dewi Pratiwi, mengusulkan agar manajemen bencana di Indonesia beralih dari pendekatan reaktif menjadi antisipatif. Hal ini penting agar bantuan dan perlindungan bagi masyarakat dapat disiapkan sebelum dampak terburuk bencana terjadi, seperti yang terlihat pada gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Natasya menekankan bahwa penanganan bencana harus mempertimbangkan kesiapan pemerintah dalam menyediakan bantuan, terutama untuk kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak.
Aksi antisipatif yang berbasis analisis risiko perlu diperkuat dengan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) untuk mempersiapkan kebutuhan kelompok rentan sebelum bencana. Selain itu, peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan sosialisasi informasi peringatan dini juga sangat diperlukan.
Komentar 0