Arab Saudi mengumumkan penemuan signifikan sekitar 110 juta ton mineral tanah jarang dan biji uranium di Madinah. Menteri Energi Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, menyampaikan informasi ini dalam Konferensi Umum Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina. Temuan ini berasal dari studi di proyek Jabal Sayid, yang dikenal memiliki cadangan logam tanah jarang bernilai tinggi.
Analisis menunjukkan bahwa lokasi tersebut menyimpan 552.000 ton logam tanah jarang berat dan 355.000 ton logam tanah jarang ringan, serta 31.000 ton uranium. Saudi berupaya memanfaatkan sumber daya ini untuk mendiversifikasi energi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat posisinya di pasar energi global. Pengumuman ini muncul setelah kesepakatan kerja sama nuklir sipil dengan AS yang ditandatangani pada Juli lalu.
Komentar 0