Dokter forensik RS Bhayangkara Banten, dr. Donald Rinaldi Kusumaningrat, menyatakan bahwa jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano tidak cocok dengan data antemortem rombongan jurnalis yang hilang di Gunung Anak Krakatau. Meskipun demikian, tes DNA tetap akan dilakukan untuk memastikan identitas jenazah tersebut.
Polda Banten telah mengirim data DNA keluarga korban hilang ke Polda Bengkulu untuk dicocokkan. Proses identifikasi akan dilakukan oleh Tim DVI Biddokkes Polda Bengkulu. Rombongan yang hilang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal, yang berangkat pada 7 September dan dinyatakan hilang pada 8 September.
Komentar 0