Sebuah studi menunjukkan bahwa fenomena El Nino yang kuat di Samudra Pasifik dapat bersinggungan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif sekitar bulan September. Pertemuan kedua fenomena ini diperkirakan dapat mengacaukan cuaca global dan regional. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan kemungkinan 90 persen bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun dengan El Nino terkuat dalam 150 tahun terakhir, bersamaan dengan IOD positif.
Ahli dari Institut Meteorologi Tropis India menjelaskan bahwa IOD positif sering dipicu oleh El Nino yang muncul lebih lambat di musim panas India. Jika IOD positif cukup kuat, dapat membantu menetralkan defisit curah hujan yang disebabkan oleh El Nino. Namun, jika tidak menguat, India berisiko mengalami kekeringan berkepanjangan. Selain itu, El Nino yang kuat juga dapat menyebabkan jeda monsun yang panjang, meningkatkan risiko banjir bandang dan tanah longsor.
Dampak gabungan El Nino dan IOD positif berbeda-beda tergantung wilayah. Di Australia dan Indonesia, kondisi ini dapat memperparah kekeringan dan kebakaran hutan, sementara di Afrika Timur, IOD positif sering membawa curah hujan lebih tinggi, meningkatkan risiko banjir. Penelitian ini menunjukkan kompleksitas interaksi antara fenomena cuaca yang mempengaruhi curah hujan di berbagai wilayah.
Komentar 0