Pemerintah China menegaskan komitmennya terhadap keamanan dan manfaat kecerdasan buatan (AI) di tengah seruan dari beberapa pelaku industri AI di AS untuk memperlambat pengembangan teknologi tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa China menanggapi serius risiko yang terkait dengan AI dan berusaha menyempurnakan regulasi serta tata kelola untuk mencegah penyalahgunaan. Dalam konteks ini, China baru-baru ini merilis "AI Safety Governance Framework 3.0" untuk mengoptimalkan langkah-langkah pengamanan.
Sementara itu, CEO Anthropic, Dario Amodei, bersama tokoh-tokoh industri lainnya, menyerukan perlunya pengaturan yang lebih ketat terhadap pengembangan AI demi menjaga keselamatan umat manusia. China berkomitmen untuk berkolaborasi dengan negara lain dalam membangun kerangka tata kelola AI global yang adil dan setara.
Komentar 0