Masuk

Amran: 25 merek beras fortifikasi curang, diduga konsumen rugi Rp89 T

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa 25 merek beras fortifikasi diduga tidak sesuai standar, merugikan konsumen hingga Rp89 triliun. Pemerintah telah memerintahkan penarikan produk, pencabutan izin, dan proses hukum terhadap pihak terkait. Temuan ini berasal dari pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan ketidaksesuaian kandungan pada label.

Selain itu, terdapat disparitas harga yang signifikan, dengan produk seharusnya dijual sekitar Rp13.500 per kilogram, tetapi ditemukan dijual hingga Rp57.000. Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan praktik yang merugikan masyarakat, terutama kelompok rentan yang membutuhkan gizi.

Baca artikel lengkap di sumber ↗ ✨ Ringkasan senci AI
0

Komentar 0

Berita untukmu

Masuk ke senci

Baca bebas tanpa akun. Masuk untuk menyukai, berkomentar, & personalisasi.
atau pakai email

Pilih minatmu

Biar "Untuk Anda" pas dengan seleramu.
πŸ“„ Artikel saya ✏️ Edit profil ↩ Keluar