Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menegaskan bahwa keselamatan penerbangan adalah prioritas utama, meskipun terdapat potensi kerugian operasional akibat penutupan bandara yang disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau. Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menyatakan bahwa meskipun penutupan bandara dapat menyebabkan kerugian, keselamatan penumpang tetap menjadi fokus utama. Ia juga mengapresiasi Kementerian Perhubungan yang cepat menerbitkan Notice to Air Missions (NOTAM) untuk melindungi penumpang dari ancaman abu vulkanik.
Penutupan bandara telah mempengaruhi delapan bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma, sejak 5 September. INACA belum dapat memberikan estimasi kerugian finansial yang dialami industri penerbangan, karena hal tersebut tergantung pada kebijakan masing-masing maskapai.
Komentar 0