Masuk

Panitia dan Peserta Minta Maaf Usai Viral Parade Satanik di Pekalongan

Panitia Simbang Kulon Night Carnaval (SKNC) 2026 mengakui adanya penampilan peserta parade yang diduga identik dengan ritual satanik di Pekalongan, Jawa Tengah. Setelah viral, panitia meminta maaf dan mengklaim tidak mengetahui detail maksud penampilan tersebut. Penampilan yang menuai kontroversi itu merupakan bagian dari acara khitanan massal ke-61 yang diselenggarakan oleh Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) setempat.

Tim Simone, peserta yang terlibat, juga meminta maaf dan mengaku kurang memahami konteks penampilan mereka yang terinspirasi dari video YouTube. Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan, Sukirman, yang hadir dalam acara tersebut, mengonfirmasi adanya adegan penyembelihan kambing yang bukan bagian dari ritual tertentu. Ia menilai adegan tersebut menimbulkan ketakutan di kalangan anak-anak dan mengakui bahwa kurangnya penjelasan mengenai simbol-simbol dalam pertunjukan menyebabkan kesalahpahaman di masyarakat.

Sukirman menegaskan bahwa acara tersebut bertujuan positif, dalam rangka Maulid Nabi dan khitanan massal, dan pemerintah akan berkoordinasi dengan panitia untuk memastikan kreativitas masyarakat tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama dan Pancasila.

Baca artikel lengkap di sumber ↗ ✨ Ringkasan senci AI
0

Komentar 0

Berita untukmu

Masuk ke senci

Baca bebas tanpa akun. Masuk untuk menyukai, berkomentar, & personalisasi.
atau pakai email

Pilih minatmu

Biar "Untuk Anda" pas dengan seleramu.
πŸ“„ Artikel saya ✏️ Edit profil ↩ Keluar