Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) mengusulkan kepada pemerintah untuk menaikkan tarif cukai rokok elektronik guna mengatasi kecanduan nikotin di Indonesia. Ketua RUKKI, Mouhamad Bigwanto, menyatakan bahwa harga rokok elektronik yang terjangkau dapat menghambat upaya pemerintah dalam menekan kecanduan nikotin. Ia menekankan pentingnya kebijakan cukai yang memperhatikan disparitas harga agar konsumen tidak beralih ke produk yang lebih murah.
RUKKI juga menemukan bahwa satu mili rokok elektronik setara dengan 13 batang rokok konvensional. Selain itu, rokok elektronik lebih banyak digunakan oleh pelajar, yang menunjukkan keterjangkauan harga sebagai faktor aksesibilitas bagi anak-anak. RUKKI mendorong pemerintah untuk memperkuat kebijakan cukai agar produk tersebut tidak menjadi alternatif bagi mereka yang ingin mengurangi konsumsi nikotin.
Komentar 0