Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, memperpanjang pembelajaran jarak jauh untuk jenjang PAUD hingga SMP selama dua hari, mulai 14 hingga 15 September, akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Plt Kepala Dinas Pendidikan, Boby Perdana Riza, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan kualitas udara yang masih dalam kategori tidak sehat. Selama periode ini, sekolah diharapkan memanfaatkan platform pembelajaran daring dan memastikan proses belajar tetap efektif.
Pemkab juga mengimbau orang tua untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker jika perlu keluar. Keputusan mengenai pembelajaran tatap muka akan ditentukan setelah 15 September, tergantung pada kualitas udara.
Komentar 0