Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin melemah 3 poin menjadi Rp17.614 per dolar AS. Analis menyebutkan bahwa pelemahan ini dipicu oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang diperkirakan naik 25 basis points menjadi 4 persen. Kenaikan harga minyak dan risiko geopolitik juga berkontribusi terhadap melemahnya mata uang rupiah.
Selain itu, tren kenaikan yield obligasi pemerintah AS dan kondisi fiskal pemerintah yang semakin sempit memperburuk situasi ini. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Oktober telah menembus angka 100 dolar AS per barel, menciptakan tekanan lebih lanjut pada rupiah.
Komentar 0