Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses pembangunan bagi masyarakat rentan. Dalam pernyataannya di KTT BRICS ke-18, Airlangga menyatakan bahwa pembangunan yang inklusif harus memastikan bahwa kemajuan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, terutama yang membutuhkan. Ia menyoroti transformasi digital sebagai instrumen penting untuk meningkatkan akses layanan dan konektivitas.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa transformasi ini harus dilakukan secara inklusif agar tidak memperlebar kesenjangan. Selain itu, Indonesia mendorong BRICS untuk berperan aktif dalam diskusi dan negosiasi mengenai agenda pembangunan global pasca-2030, agar dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Komentar 0