Surabaya, Jawa Timur, kini menghadapi tantangan akibat potensi hujan yang datang terlambat, seiring dengan fenomena El Nino yang diprediksi bertahan hingga Februari 2027. Pemerintah kota bersama BMKG memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak kekeringan, termasuk risiko kebakaran dan tekanan pada ketersediaan air bersih. Edukasi kepada masyarakat dilakukan melalui berbagai saluran untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan menghadapi kondisi ini.
BMKG memprediksi curah hujan rendah hingga menengah di wilayah tersebut, yang dapat berdampak pada cadangan air dan pelayanan dasar. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak menunggu pasif, melainkan bersiap menghadapi jeda musim hujan ini.
Komentar 0