Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi menekankan pentingnya pengawasan pasca kebakaran hutan untuk mencegah penguasaan lahan ilegal yang dapat memicu konflik agraria. Manajer Komunikasi KKI Warsi, Rudi Syaf, mengingatkan bahwa kebakaran hutan tidak boleh dijadikan alat untuk mendapatkan akses lahan. KKI Warsi mendorong pemerintah untuk memperkuat pemadaman api dan menyelidiki penyebab kebakaran. Data terbaru menunjukkan area yang terbakar mencapai 12,6 ribu hektare, dengan sebaran terbanyak di kawasan Hutan Produksi. Kebakaran ini juga bersinggungan dengan perkebunan kelapa sawit dan perizinan pemanfaatan hutan. Rudi menambahkan bahwa pola kebakaran yang kecil dan tersebar perlu diverifikasi lebih lanjut, karena bisa terkait dengan aktivitas pembukaan lahan oleh manusia. Citra satelit tidak cukup untuk menentukan penyebab kebakaran tanpa pemeriksaan lapangan.
Warsi: Penting pengawasan pasca karhutla cegah penguasaan ilegal
✨ Ringkasan oleh senci AI
Komentar 0