Korea Utara kembali menunjukkan kekuatan militernya dengan menembakkan rudal balistik jarak pendek ke arah laut di lepas pantai timur Semenanjung Korea pada Sabtu (12/9). Rudal tersebut terbang sejauh 250 kilometer, dan otoritas Korea Selatan serta Amerika Serikat segera melakukan analisis terkait spesifikasi rudal tersebut. Korea Selatan menggelar rapat darurat untuk mengevaluasi langkah respons pemerintah dan mendesak Pyongyang menghentikan peluncuran rudal yang dianggap melanggar resolusi PBB.
Komando Indo-Pasifik AS juga memantau situasi dan menyatakan bahwa peluncuran rudal tidak menimbulkan ancaman langsung. Tindakan ini terjadi di tengah ketegangan akibat latihan militer Freedom Edge yang dilakukan oleh Korea Selatan dan AS, yang dianggap Korea Utara sebagai ancaman bagi stabilitas kawasan. Di sisi lain, Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara, mengkritik keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengurangi skala latihan militer bersama, menilai hal tersebut sebagai bentuk hukuman bagi Korea Selatan.
Komentar 0