Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan pentingnya keterlibatan negara berkembang dalam pembentukan tata kelola global untuk memastikan kepentingan mereka terakomodasi. Dalam pernyataannya di KTT BRICS ke-18 di New Delhi, ia menyebutkan bahwa tanpa partisipasi aktif, ketentuan internasional akan ditetapkan tanpa melibatkan suara negara berkembang. Indonesia berkomitmen mendorong reformasi institusi multilateral seperti PBB dan WTO agar lebih responsif terhadap kebutuhan negara berkembang. KTT BRICS juga membahas isu-isu strategis termasuk kerjasama keuangan dan ketahanan pangan, dengan harapan dapat menciptakan sistem perdagangan yang lebih inklusif dan berbasis aturan. Presiden Prabowo Subianto menekankan kekuatan kolektif BRICS dalam memperkuat tata kelola global dan menciptakan peluang pembangunan.
Airlangga: Negara berkembang perlu aktif dalam tata kelola global
✨ Ringkasan oleh senci AI
Komentar 0