Presiden AS Donald Trump menolak kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat mengancam eksistensi manusia. Ia menegaskan bahwa fokusnya adalah pada perlombaan AI dengan China, di mana AS saat ini masih unggul. Pernyataan ini muncul setelah sejumlah pakar dari laboratorium AI terkemuka, seperti OpenAI dan Anthropic, memperingatkan tentang potensi bahaya AI, termasuk risiko peningkatan diri secara rekursif yang dapat membahayakan umat manusia. Beberapa peneliti bahkan mengundurkan diri karena khawatir akan dampak teknologi ini. Di tengah ketegangan ini, beberapa anggota parlemen AS mendorong pengawasan lebih ketat terhadap pengembangan AI.
Pakar Cemas AI Musnahkan Manusia, Trump Tidak Takut
✨ Ringkasan oleh senci AI
Komentar 0