Revolut, fintech asal Inggris, mengonfirmasi bahwa mereka telah mengungkap informasi sensitif pelanggan kepada pihak ketiga yang tidak berwenang setelah menerima permintaan palsu dari email domain lembaga pemerintah yang sah. Data yang terungkap mencakup identitas dan rincian kontak pelanggan, termasuk tanggal lahir, alamat, dan salinan dokumen identitas seperti paspor dan SIM. Meskipun Revolut menyatakan bahwa jumlah pelanggan yang terpengaruh terbatas, mereka tidak mengungkapkan angka pasti maupun lembaga pemerintah yang terlibat. Revolut telah memblokir alamat email yang digunakan dalam penipuan ini dan melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwenang. Perusahaan ini memiliki lebih dari 80 juta pelanggan di seluruh dunia dan baru-baru ini mendapatkan persetujuan untuk mendirikan bank nasional di AS.
Revolut Konfirmasi Kebocoran Data Pelanggan Melalui Permintaan Palsu
✨ Ringkasan oleh senci AI · diterjemahkan & diringkas dari sumber berbahasa Inggris
Komentar 0